Logo image
The Soga Saga: The Potential of Maclura cochinchinensis (Moraceae) as an Eco–Friendly Dye in Indonesia
Journal article   Peer reviewed

The Soga Saga: The Potential of Maclura cochinchinensis (Moraceae) as an Eco–Friendly Dye in Indonesia

A.B. Cunningham, W. Ingram, C. Koenunu, I. Sukadana and W. Kadati
Economic Botany
2022
url
Link to Published Version *Subscription may be requiredView

Abstract

This study focuses on the potential for sustainable use of M. cochinchinensis, a yellow dye used in Javanese soga batik. Prices paid for M. cochinchinensis heartwood at the start of the value–chain (IDR 1,000/kg [USD 0.071/kg]) in West Timor are low, despite depleted wild stocks. Bulk suppliers to the batik industry in Java, however, sell M. cochinchinensis dye–wood at IDR 21,000/kg (USD 1.50/kg), trying to source this heartwood at low prices. Although we estimated 14.12 stems/ha, most (87%) were small stems (< 10 cm basal circumference [BC], 11.53 stems/ha). M. cochinchinensis dye is heartwood from large diameter (> 29 cm BC) stems (0.8 stems/ha [5.5%]). Recruitment of medium and large stems is poor due to browse of small stems by livestock. Wild stocks are unlikely to sustain current commercial demand. Natural mortality rates of this dense (c. 0.8 g/cm3) hardwood species are low, so we also concluded that the option of sustainable harvesting deadwood based on natural mortality rates was not economically viable. The most appropriate ways forward are first, to conserve M. cochinchinensis populations in remnant le’u (“sacred”) forests and maintain “trellis trees” in the surrounding landscape. Second, to promote M. cochinchinensis cultivation along wooden fence lines (bahan). Implementation of “living fences” at a large scale is possible, also improving food security by reducing livestock damage to crops. Third, to develop niche markets paying fair prices for sustainably harvested M. cochinchinensis dye–wood. Studi ini difokuskan pada potensi pemanfaatan secara berkelanjutan dari M. cochinchinensis, yaitu pewarna kuning yang digunakan pada resep soga oleh pembatik di Jawa. Harga yang dibayarkan kepada pemanen hati kayu M. cochinchinensis yang berada pada rantai pasar paling pertama di Timor Barat tergolong rendah (Rp. 1000 / kg (USD 0,071 / kg), padahal stok liar yang layak panen telah habis. Akan tetapi, penjual grosir untuk industri batik di Jawa menjual hati kayu M. cochinchinensis dengan harga Rp 21.000 / kg (USD 1,50 / kg), padahal mereka membeli dengan harga rendah. Dari kepadatan populasi yang diperkirakan 14,12 batang / ha, sebagian besar (87%) adalah batang kecil (< 10 cm lingkar basal (BC), 11,53 batang / ha). Bagian yang menghasilkan warna dari M. cochinchinensis adalah hati kayu dari batang berdiameter besar (> 29 cm BC) (0,8 batang / ha (5,5%). Tingkat kelangsungan hidup batang berukuran sedang dan besar tidak bagus karena anakan dimakan ternak. Stok liar tidak mungkin bisa menopang permintaan komersial saat ini. Oleh karena tingkat kematian alami dari jenis kayu keras dan padat ini cukup rendah (c. 0.8 g / cm3) kami menyimpulkan bahwa pemanenan kayu mati tidak layak secara ekonomi. Jalan untuk menjaga ketersediaan tumbuhan ini terdiri dari tiga tahap. Pertama, melestarikan populasi M. cochinchinensis di sisa hutan le’u (hutan keramat) dan memelihara “pohon terali” di area sekitarnya. Kedua, mempromosikan pembudidayaan M. cochinchinensis di garis pagar kayu (bahan). Penerapan “pagar hidup” dalam skala besar dimungkinkan, dan akan meningkatkan ketahanan pangan dengan mengurangi kerusakan kebun oleh ternak. Ketiga, mengembangkan pasar khusus yang mau membayar harga yang wajar untuk kayu pewarna M. cochinchinensis yang dipanen secara berkelanjutan.

Details

UN Sustainable Development Goals (SDGs)

This output has contributed to the advancement of the following goals:

#14 Life Below Water
#15 Life on Land

Source: InCites

Metrics

InCites Highlights

These are selected metrics from InCites Benchmarking & Analytics tool, related to this output

Collaboration types
International collaboration
Citation topics
3 Agriculture, Environment & Ecology
3.40 Forestry
3.40.86 Plant Communities
Web Of Science research areas
Plant Sciences
ESI research areas
Plant & Animal Science
Logo image